Rabu, 28 Januari 2015
globalisasi politik
hari saya akan memberi informasi globalisasi politik:
Hampir semua bidang disebarluaskan melalui globalisasi, tidak
terkecuali bidang politik. Mungkin memang sedikit aneh apabila satu dari
berbagai objek globalisasi adalah bidang politik karena sebagaimana
masyarakat awam ketahui, dampak besar globalisasi yang sangat terlihat
adalah mengenai kecanggihan teknologi yang semakin berkembang dan meluas
ke seluruh penjuru dunia. Globalisasi politik secara sederhana berupa
proses mendunia mengenai hal-hal yang berhubungan dengan politik seperti
kedaulatan, teritori dan legitimasi suatu negara. Perkembangan
globalisasi politik pun terjadi seiring berjalannya waktu. Sekarang ini,
politik sudah mengglobal karena ada perkembangan secara kontinuitas
(Mubah 2013).
Saat kemunculan Westphalian system pada tahun 1648, perubahan politik setiap negara mulai tampak mengenai kedaulatan dan nation-state (imagine country) (Susanto 2013). Sebelum adanya Westphalian system, negara adalah miliki suatu dinasti (kekeluargaan) sehingga begitu absolut dan constitutional anarchy. Beribu
tahun lalu, aspek politik tidak begitu kental terasa terutama ketika
zaman Yunani Kuno, sistem yang dianut oleh suatu negara adalah sistem
gereja karena rakyat lebih sering membuat kontrak sosial mengenai
tatanan kehidupan dengan perwakilan gereja dan pastur-pastur daripada
dengan tokoh-tokoh “politik” dan militer (Held dan McGrew 2003, 10).
Setelah adanya Westphalian system, masing-masing negara mulai
menunjukan kedaulatan, teritori dan legitimasi negaranya. Kedaulatan
adalah kekuasaan negara tidak memiliki tandingan atau tidak ada
kekuasaan tertinggi selain negara. Teritori dimaksudkan bahwa tidak
diperbolehkannya tumpang tindih antar wilayah negara (wilayah yang
jelas). Kemudian legitimasi adalah pengakuan terhadap eksistensi suatu
negara dalam hubungan internasional wajib ada. Akan tetapi, perkembangan
zaman dengan kemunculan globalisasi dalam bidang politik sudah sedikit
demi sedikit menggeser ketiga hal tersebut.
Berbicara tentang politik, maka tidak akan terlepas pada kekuatan atau power, khususnya
yang dimiliki oleh negara. Perkembangan globalisasi politik telah
membawa kekuatan besar kepada organisasi internasional. Perkembangan
pemikiran akan globalisasi politik secara khusus diperdebatkan antara
kaum globalis dan skeptiks. Menurut skeptiks Hirst dan Thompson,
negara-bangsa masih sangat terkendali, pada kenyataannya, mereka
memiliki kekuatan paling tinggi dan tidak berhubungan dengan kata
"globalisasi", oleh karena itu, gagasan bahwa ada pengaruh globalisasi
terhadap negara-bangsa tidak masuk akal (Hirst dan Thompson, 1999). Para
skeptis, di sisi lain tidak setuju dengan teori-teori globalis yang
melihat "akhir negara bangsa" (end of nation states). Menurut kaum
globalis, meskipun organisasi internasional kuat, negara-bangsa belum
sepenuhnya kehilangan kekuasaan mereka. (Held et al, 1999: 27).
Pemikiran globalis tersebut, menurut penulis, didukung oleh
bertambahbanyaknya aktor-aktor non-negara (INGO) dalam hubungan
internasional. Kebijakan negara saat ini sudah mulai dipengaruhi oleh
organisasi-organisasi non-negara. Sebagai contoh adalah negara miskin
yang bergantung pada IMF untuk menstabilkan perekonomian negaranya atau
kebijakan negara yang berubah akibat adanya WTO yang membuka pasar
bebas. Kedaulatan, teritori dan legitimasi yang dipertahankan oleh kaum
skeptiks mulai dilawan karena globalisasi politik telah membuat
kekuasaan negara saat ini sudah dipengaruhi oleh organisasi non-negara,
teritori tidak jelas padahal sangat penting dalam dunia politik , dan
kurang perlunya legitimasi bagi aktor-aktor baru dalam global society seperti munculnya teroris.
Globalisasi politik dapat diindikasi setelah adanya multiplication of authority dan sedimentation of interest. Multiplication of authority dapat dipahami bahwa telah terjadi saling ‘lompat’ antar aktor. Dahulu kepentingan lewat state to state, sekarang saling ‘lompat’, non-governmental organization bisa protes terhadap state langsung tanpa melalui perantara state lain karena terkoneksi oleh market (Susanto 2013). Sedimentation of interest
dapat dipahami bahwa sebelum globalisasi politik, kepentingan kelompok
selalu didahulukan kemudian kepentingan nasional hingga kepentingan
global. Akan tetapi, sekarang telah terbalik, yaitu kepentingan global
didahulukan. Sebagai contoh terpilihnya Ban Ki Moon sebagai
Secretary-General of the United Nations adalah usaha dari rakyat Korea
Selatan sehingga diharapkan dapat mempresentasikan Korea Selatan dan
lebih mengutamakan kepentingan Korea Selatan. Akan tetapi globalisasi
politik telah membuat Ban Ki Moon tidak bisa merepresentasikan Korea
Selatan secara full dan kepentingan global lebih diutamakan.
Jadi, globalisasi politik sudah mulai menggeser kedaulatan negara, teritori, dan legitimasi dari munculnya Westphalian system
hingga saat ini. Perdebatan antara kaum globalis dan skeptiks mengenai
globalisasi politik tidak terhindar dari fenomena-fenomena yang
akhir-akhir ini sedang terjadi seperti semakin banyaknya INGO
dibandingkan IGO. Kemudian hal-hal yang mengindikasikan munculnya
globalisasi politik seperti multiplication of authority dan sedimentation of interest semakin memperkuat bahwa saat ini globalisasi telah masuk dalam bidang politik.
Kamis, 22 Januari 2015
PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi berasal dari globe artinya dunia. Globalisasi secara umum yaitu mendunia.Banyak proyek penelitian, artikel, dan diskusi yang tetap berfokus pada aspek tunggal globalisasi. para ahli mendefinisi globalisasi antara lain:
1."Roland Robertson, dosen sosiologi Universitas Aberdeen, salah satu penulis pertama di bidang globalisasi, YAITU:
"Globalisasi pemadatan dunia dan pemerkayaan kesadaran dunia secara keseluruhan."
2.Sosiolog Martin Albrow dan Elizabeth King mendefinisikan globalisasi sebagai:
''...semua proses yang menyatukan penduduk dunia menjadi satu masyarakat dunia yang tunggal.[2]"
3. The Consequences of Modernity, Anthony Giddens memakai definisi berikut:
1."Roland Robertson, dosen sosiologi Universitas Aberdeen, salah satu penulis pertama di bidang globalisasi, YAITU:
"Globalisasi pemadatan dunia dan pemerkayaan kesadaran dunia secara keseluruhan."
2.Sosiolog Martin Albrow dan Elizabeth King mendefinisikan globalisasi sebagai:
''...semua proses yang menyatukan penduduk dunia menjadi satu masyarakat dunia yang tunggal.[2]"
3. The Consequences of Modernity, Anthony Giddens memakai definisi berikut:
Globalisasi dapat diartikan sebagai intensifikasi hubungan sosial dunia yang menghubungkan tempat-tempat jauh sehingga peristiwa di suatu tempat dapat dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di tempat lain sekian kilometer jauhnya dan sebaliknya.
Sabtu, 17 Januari 2015
trick matematika sederhana
posting pertama sy akan beri trick matematika belasan termudah
contoh: 15x17=
cara:
- Pertama kita kali 5x7
- kemudian kita tulis di belakang. contoh15x17= --5
- kemudian kita tambah 15+7 . contoh 15+7=22
- Karna perkalian td sisa 5 maka ditambahkan
- jd jawabannya 27 cb hitung apa benar?
pembukaan
trims kasih terhadap pihak blog telah memberikan saya blog ini smoga sy dapat menberikan informasi yg bagus buat anda
Langganan:
Postingan (Atom)